Bahan:
750 ml air
2 ikat daun sawi ijo, ambil daunnya
500 gr beras
600 ml santan
1 sdt garam
2 btg serai, memarkan
2 lbr daun salam
daun pisang untuk pembungkus
Isi:
2 sdm minyak
2 lbr daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
300 gr ayam, potong kecil-kecil
150 gr jamur kancing, potong tipis
2 ikat daun kemangi
Bumbu Halus:
5 bh bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
3 btr kemiri
1 sdt garam
Cara Membuat:
1. Nasi Hijau: rebus air sampai mendidih, masukkan sawi hijau, angkat, blender sampai halus, lalu saring.
2. Campur beras, santan, garam, serai, air daun sawi dan daun salam, masak sampai santan terserap beras.
3. Kukus dalam dandang panas selama 35 menit di atas api sedang sampai matang. Angkat sisihkan.
4. Isi: panaskan minyak, tumis bumbu halus, salam, lengkuas sampai harum dan matang. Masukkan ayam, masak sampai berubah warna. Tambahkan jamur dan kemangi, masak sampai semua bahan matang.
5. Penyelesaian: ambil selembar daun pisang, taruh 150 gr nasi hijau, taruh isi di tengah, tutup dengan nasi hijau. Bungkus bentuk lontong, semat dengan lidi.
6. Bakar nasi di atas bara api sampai matang.
Untuk 6 Orang
Kamis, 04 November 2010
Kamis, 07 Oktober 2010
Keseharianku...
Agenda Harian
Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan
1. Agenda pada sepertiga malam akhir
a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,
b. Menunaikan shalat witir
c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh
Rasulullah saw bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)
2. Agenda Setelah Terbit Fajar
a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh
” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “
“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)
b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat
Rasulullah saw bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)
وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ
“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.
c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.
Rasulullah saw bersabda:
وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)
بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)
d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat
Rasulullah saw bersabda:
الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ
“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)
e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi
Dalam hadits nabi disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ
” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)
Agenda prioritas
Membaca Al-Quran.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:
- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali
- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali
- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.
3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat
Rasulullah saw bersabda:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى
“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)
4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah
Rasulullah saw bersabda:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ
“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)
Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)
d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari
Allah berfirman :
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)
Rasulullah saw bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله
“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .
5. Agenda saat shalat Zhuhur
a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki
b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).
6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar
a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid
b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ
“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)
c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah
Rasulullah saw bersabda:
وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ
“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.
Agenda prioritas:
Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:
- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali
- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali
- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.
7. Agenda sebelum Maghrib
a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran
b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media
c. Menyibukkan diri dengan doa
Rasulullah saw bersabda:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
“Doa adalah ibadah”
8. Agenda setelah terbenam matahari
a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib
b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)
c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat
d. Membaca dzikir sore
e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً
“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)
9. Agenda pada waktu shalat Isya
a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid
b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat
c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim
d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid
e. Dakwah melalui media atau lainnya
f. Melakukan mudzakarah
g. Menghafal Al-Quran
Agenda prioritas
Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:
- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali
- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali
- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.
Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam
Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan
1. Agenda pada sepertiga malam akhir
a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,
b. Menunaikan shalat witir
c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh
Rasulullah saw bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)
2. Agenda Setelah Terbit Fajar
a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh
” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “
“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)
b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat
Rasulullah saw bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)
وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ
“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.
c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.
Rasulullah saw bersabda:
وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)
بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)
d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat
Rasulullah saw bersabda:
الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ
“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)
e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi
Dalam hadits nabi disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ
” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)
Agenda prioritas
Membaca Al-Quran.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:
- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali
- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali
- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.
3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat
Rasulullah saw bersabda:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى
“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)
4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah
Rasulullah saw bersabda:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ
“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)
Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)
d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari
Allah berfirman :
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)
Rasulullah saw bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله
“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .
5. Agenda saat shalat Zhuhur
a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki
b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).
6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar
a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid
b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ
“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)
c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah
Rasulullah saw bersabda:
وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ
“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.
Agenda prioritas:
Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:
- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali
- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali
- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.
7. Agenda sebelum Maghrib
a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran
b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media
c. Menyibukkan diri dengan doa
Rasulullah saw bersabda:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
“Doa adalah ibadah”
8. Agenda setelah terbenam matahari
a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib
b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)
c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat
d. Membaca dzikir sore
e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً
“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)
9. Agenda pada waktu shalat Isya
a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid
b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat
c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim
d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid
e. Dakwah melalui media atau lainnya
f. Melakukan mudzakarah
g. Menghafal Al-Quran
Agenda prioritas
Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:
- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali
- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali
- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.
Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam
Rabu, 16 Juni 2010
Jangan pernah Merasa Aman..
Seperti biasa sore hari pulang kerja langsung menuju rumah. Kebetulan Husband dah menunggu di kantor untuk pulang bareng.. Hari ini agak beda dr biasanya, sampe di rumah lebih cepat dari biasanya karena jalanan lancar tumben memang.
Sampe di rumah, Putri sulungku sedang maen LapTop sedangkan Adenya lg ke luar, biasalah maen bareng temenya. Tiba tiba Putra ku pulang dan langsung cerita.."Ma.. ada yg kecurian lho di komplek kita.." Dengan hampir ga percaya saya hanya menanggapi dengan acuh tak acuh.."ah masa sih De.. kan di komplek kita ada SATPAM.. masa bisa kecolongan?... "Ich bener kok ma.. Pa RT lagi yg kecuriannya.." Saya semakin ga mengerti apa iya..?
Ternyata apa yg dibilang Putra ku benar adanya... ga tanggung2 ternyata Pa RT kita lagi yg kecurian.. Kenapa bisa terjadi seperti ini..? sementara setiap malam ada SATPAM yang jaga.. kadang kita tidur nyenyak dengan harapan ada yg siap jaga 24 jam. ternyata tidak.. kita harus tetap waspada setiap saat, kita harus jd SATPAM di rumah kita sendiri. Lantas... Kemana SATPAM pada saat si pencuri itu beraksi? Sudah amankah linkungan kita walaupun SATPAM ada..? ternyata Tidak.
Bagaimana kita menyikapi hal ini..? Jadi apa fungsi dan tugas SATPAM kalau masih ada pencuri yg beraksi? Siapa yg harus bertanggung jawab..? Siapa yg harus disalahkan...?
Terlepas dari itu semua.. saya merasa Miris, takut sekaligus khawatir.. Apa dengan adanya SATPAM keamanan di lingkungan kita sudah benar2 terjamin? Saya jadi ga tenang meninggalkan rumah, sedangkan saya harus keluar rumah tiap hari berhubung saya bekerja di luar, dan banyak aktivitas yg biasa saya lakukan di luar rumah..
Ini benar2 satu peringatan buat saya.. selama in saya merasa enjoy meninggalkan rumah krna merasa ada SATPAM yg jaga.. saya harus tetap waspada setiap saat. Jangan pernah merasa aman walaupun ada yg menjaga lingkungan.
Buat yang terkena musibah.. mudah2an diberi kesabaran dan di ganti dengan rizqi yg berlipat. Amiiin..
Sampe di rumah, Putri sulungku sedang maen LapTop sedangkan Adenya lg ke luar, biasalah maen bareng temenya. Tiba tiba Putra ku pulang dan langsung cerita.."Ma.. ada yg kecurian lho di komplek kita.." Dengan hampir ga percaya saya hanya menanggapi dengan acuh tak acuh.."ah masa sih De.. kan di komplek kita ada SATPAM.. masa bisa kecolongan?... "Ich bener kok ma.. Pa RT lagi yg kecuriannya.." Saya semakin ga mengerti apa iya..?
Ternyata apa yg dibilang Putra ku benar adanya... ga tanggung2 ternyata Pa RT kita lagi yg kecurian.. Kenapa bisa terjadi seperti ini..? sementara setiap malam ada SATPAM yang jaga.. kadang kita tidur nyenyak dengan harapan ada yg siap jaga 24 jam. ternyata tidak.. kita harus tetap waspada setiap saat, kita harus jd SATPAM di rumah kita sendiri. Lantas... Kemana SATPAM pada saat si pencuri itu beraksi? Sudah amankah linkungan kita walaupun SATPAM ada..? ternyata Tidak.
Bagaimana kita menyikapi hal ini..? Jadi apa fungsi dan tugas SATPAM kalau masih ada pencuri yg beraksi? Siapa yg harus bertanggung jawab..? Siapa yg harus disalahkan...?
Terlepas dari itu semua.. saya merasa Miris, takut sekaligus khawatir.. Apa dengan adanya SATPAM keamanan di lingkungan kita sudah benar2 terjamin? Saya jadi ga tenang meninggalkan rumah, sedangkan saya harus keluar rumah tiap hari berhubung saya bekerja di luar, dan banyak aktivitas yg biasa saya lakukan di luar rumah..
Ini benar2 satu peringatan buat saya.. selama in saya merasa enjoy meninggalkan rumah krna merasa ada SATPAM yg jaga.. saya harus tetap waspada setiap saat. Jangan pernah merasa aman walaupun ada yg menjaga lingkungan.
Buat yang terkena musibah.. mudah2an diberi kesabaran dan di ganti dengan rizqi yg berlipat. Amiiin..
Sabtu, 05 Juni 2010
Puisi C.I.N.T.A
cinta itu buka mimpi tapi harapan
bukan apa yang di dapat
tapi yang di berikan,,,,,,,,,,,,,,,,,,
bukan pula yang di lihat..........
tapi yang di rasa........
terasa ada walau tak nyata,,,
so ibaratnya cinta itu bukan puisi
tapi kata hati yang sulit di ungkapkan melalui suara mulut...........
"aku memiliki sepasang mata, tp tdk dapat selalu melihatmu.....
aku memiliki sepasang tangan, tp tdk dapat selalu melindungimu.....
tapi aku memiliki sebuah hati, yang selalu berdoa untukmu"
"pabila cinta memanggilmu...ikutilah dia
walau jalannya terjal berliku-liku
dan 'pabila sayapnya merangkummu...pasrahlah
serta menyerah...
walau pedang yang tersembunyi
disela sayap itu melukaimu...
bukan apa yang di dapat
tapi yang di berikan,,,,,,,,,,,,,,,,,,
bukan pula yang di lihat..........
tapi yang di rasa........
terasa ada walau tak nyata,,,
so ibaratnya cinta itu bukan puisi
tapi kata hati yang sulit di ungkapkan melalui suara mulut...........
"aku memiliki sepasang mata, tp tdk dapat selalu melihatmu.....
aku memiliki sepasang tangan, tp tdk dapat selalu melindungimu.....
tapi aku memiliki sebuah hati, yang selalu berdoa untukmu"
"pabila cinta memanggilmu...ikutilah dia
walau jalannya terjal berliku-liku
dan 'pabila sayapnya merangkummu...pasrahlah
serta menyerah...
walau pedang yang tersembunyi
disela sayap itu melukaimu...
Sabtu, 22 Mei 2010
Desa ku Indah dan Permai
Inilah Desa tempat kelahiran ku yang berlokasi di lereng gunung Ciremai. Disana tersimpan banyak potensi wisata alam yang belum tersentuh dan belum dikelola dgn baik, benar benar masih asli..
Dari lokasi pemukiman penduduknya tidak terlalu jauh, jalan ke bawah kira2 10 menit anda akan menemukan dua aliran sungai mengalir dengan air yang begitu bening dan bersi.. airnya bisa digunakan untuk kepentingan penduduk.. untuk pengairan sawah.. untuk cuci dan mandi.. walaupun tidak semua penduduk memanfaatkan aliran sungai ini karena setiap rumah di desa ku ini sudah ada sarana air bersih. nama Sungai itu biasa di panggil warga "Ciwetan", sebetulnya di ciwetan ini banyak menyimpan kenangan manis saat aku masih tnggal di desa ini.. he..he.. Penasaran...? simpan dulu...
Turun ke bawah... ada satu sungai lagi, cukup deras mengalir dan tetap bening dan bersih.. Dari sungai ini kita bisa melihat lembah ciseda yg berada di bawah, gengan hamparan sawah yg membentuk sprti piramida. Indah sekali... di dasarnya ada sungai yang cukup besar dengan liran yang cukup deras.. tetap bening dan bersih juga..
Dari dasar lembah kita bisa melihat hamparan sawah yg bentuknya bertrap trap menyerupai piramid ke sebelah barat. di Utara kita bisa melihat Taman nasional Gunung ciremai yang hutannya msh benar2 perawan.. masih banyak binatang buas berkeliaran ...sprti harimau, ular, babi hutan, monyet, dll.
Diatas Taman Nasional dan hutan lindung anda bisa melihat Gunung ciremai yg begitu jelas, Terlihat begitu dekat dengan kita.. seolah olah kita berada di area gunung itu..
Ya Tuhan begitu Indah CiptaanMu
Setelah puas menikmati pemandangan dr dasar lembah, anda bisa lanjutkan perjalanan ke timur dan akan menemukan satu sungai lagi, inilag sungai terderas dari sungai-sungai yang tadi, airnya begitu bening mengalir, dengan batu besar menghiasi sungai ini..
Pas untuk dijadikan arena arung jeram, dengan kedalaman yg memenuhi syarat.
Hati-hati sering terjadi peningkatan volume air yang tiba tiba tinggi kalau di hulu sungai terjadi hujan..
jalan ke hulu sungai ini.. akan menemukan jurug atau air terjun walaupun tidak terlalu besar, Ada satu batu yang Unik di sini. Kita menyebutnya dengan "Batu Samak" karena bentu batu ini menyerupai samak atau tikar, yang atas datar dan halus.
Konon katanya.. dulu sering ada tikar terhampar di batu ini, dan kalau ada orang yg menduduki tikar itu, tiba tiba tikar tersebut menggulung orang trsebut dan raib begitu aja..Hiiihhh serem ya... dulu warga dan penduduk di sini menamakannya dengan istilah "LULUN SAMAK"...tapi sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi.
Di samping ini saya tampilkan foto foto cantik hasil cepretan aqu yg masih amatiran..he..he..
penasaran....??? kunjungi Desa Seda tempat ku dilahirkan... Beautifull And Amaizing...!!
Hanya Sebagian kecil dari Ciptaan Besar Yang Maha Kuasa...
Salam Hangat
Lie
Dari lokasi pemukiman penduduknya tidak terlalu jauh, jalan ke bawah kira2 10 menit anda akan menemukan dua aliran sungai mengalir dengan air yang begitu bening dan bersi.. airnya bisa digunakan untuk kepentingan penduduk.. untuk pengairan sawah.. untuk cuci dan mandi.. walaupun tidak semua penduduk memanfaatkan aliran sungai ini karena setiap rumah di desa ku ini sudah ada sarana air bersih. nama Sungai itu biasa di panggil warga "Ciwetan", sebetulnya di ciwetan ini banyak menyimpan kenangan manis saat aku masih tnggal di desa ini.. he..he.. Penasaran...? simpan dulu...
Turun ke bawah... ada satu sungai lagi, cukup deras mengalir dan tetap bening dan bersih.. Dari sungai ini kita bisa melihat lembah ciseda yg berada di bawah, gengan hamparan sawah yg membentuk sprti piramida. Indah sekali... di dasarnya ada sungai yang cukup besar dengan liran yang cukup deras.. tetap bening dan bersih juga..
Dari dasar lembah kita bisa melihat hamparan sawah yg bentuknya bertrap trap menyerupai piramid ke sebelah barat. di Utara kita bisa melihat Taman nasional Gunung ciremai yang hutannya msh benar2 perawan.. masih banyak binatang buas berkeliaran ...sprti harimau, ular, babi hutan, monyet, dll.
Diatas Taman Nasional dan hutan lindung anda bisa melihat Gunung ciremai yg begitu jelas, Terlihat begitu dekat dengan kita.. seolah olah kita berada di area gunung itu..
Ya Tuhan begitu Indah CiptaanMu
Setelah puas menikmati pemandangan dr dasar lembah, anda bisa lanjutkan perjalanan ke timur dan akan menemukan satu sungai lagi, inilag sungai terderas dari sungai-sungai yang tadi, airnya begitu bening mengalir, dengan batu besar menghiasi sungai ini..
Pas untuk dijadikan arena arung jeram, dengan kedalaman yg memenuhi syarat.
Hati-hati sering terjadi peningkatan volume air yang tiba tiba tinggi kalau di hulu sungai terjadi hujan..
jalan ke hulu sungai ini.. akan menemukan jurug atau air terjun walaupun tidak terlalu besar, Ada satu batu yang Unik di sini. Kita menyebutnya dengan "Batu Samak" karena bentu batu ini menyerupai samak atau tikar, yang atas datar dan halus.
Konon katanya.. dulu sering ada tikar terhampar di batu ini, dan kalau ada orang yg menduduki tikar itu, tiba tiba tikar tersebut menggulung orang trsebut dan raib begitu aja..Hiiihhh serem ya... dulu warga dan penduduk di sini menamakannya dengan istilah "LULUN SAMAK"...tapi sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi.
Di samping ini saya tampilkan foto foto cantik hasil cepretan aqu yg masih amatiran..he..he..
penasaran....??? kunjungi Desa Seda tempat ku dilahirkan... Beautifull And Amaizing...!!
Hanya Sebagian kecil dari Ciptaan Besar Yang Maha Kuasa...
Salam Hangat
Lie
Rabu, 19 Mei 2010
Kepribadian seseorang dilihat dr cara melipat baju
Melipat Baju Sesuai Kepribadian
Segala sesuatu yang kita lakukan mencerminkan kepribadian kita, termasuk bagaimana cara kita melipat baju. Jamie Novak, penulis The Get Organised Answerbook menjabarkan tiap tipe kepribadian seperti berikut ini. Meskipun Anda tidak mencuci dan menyeterika baju sendiri, Anda masih bisa mengamati kebiasaan Anda lewat bagaimana Anda menyimpan baju Anda. (Atau mengembalikan baju yang Anda coba sebelum pesta ke dalam lemari).
Tipe pelipat baju yang rapi
Jika Anda.. selalu melipat baju dan menumpuknya secara hati-hati dalam lemari baju…
Anda selalu tepat waktu, tidak pernah lupa ulang tahun teman dan mengarsip dokumen dengan rapi. Mengorganisir semuanya membuat hidup Anda terasa lebih mudah, namun juga membuat Anda sering merasa tegang. Coba bersantai dengan menyusun daftar kegiatan yang Anda ingin lakukan, tapi jangan segera dikerjakan!
Tipe penggulung baju
Jika Anda… Menyimpan pakaian dengan cara menggulung tiap helai secara rapi.
Anda mengatur sebagian besar hidup Anda, tapi Anda bisa menerima sedikit jadwal yang terlewat. Anda merasa sulit bekerja cepat saat tidak dikejar deadline. Coba pikirkan kegiatan yang Anda lupakan, seperti buku resep yang sedang Anda buat sambil bersantai seperti nonton TV atau makan es krim.
Tipe kumpulkan dan lempar
Jika Anda...sama sekali tidak melipat baju usai dicuci.
Anda masih punya koper dari perjalanan bulan lalu yang belum dibenahi. Lemari pakaian Anda adalah jemuran, karena semua baju Anda tergantung di situ. Coba ubah kebiasaan ini dengan merapikan tas yang berserakan di kamar. Anda mungkin akan merasa lebih segar jika bisa melihat lantai kamar lagi.
(mg)
Segala sesuatu yang kita lakukan mencerminkan kepribadian kita, termasuk bagaimana cara kita melipat baju. Jamie Novak, penulis The Get Organised Answerbook menjabarkan tiap tipe kepribadian seperti berikut ini. Meskipun Anda tidak mencuci dan menyeterika baju sendiri, Anda masih bisa mengamati kebiasaan Anda lewat bagaimana Anda menyimpan baju Anda. (Atau mengembalikan baju yang Anda coba sebelum pesta ke dalam lemari).
Tipe pelipat baju yang rapi
Jika Anda.. selalu melipat baju dan menumpuknya secara hati-hati dalam lemari baju…
Anda selalu tepat waktu, tidak pernah lupa ulang tahun teman dan mengarsip dokumen dengan rapi. Mengorganisir semuanya membuat hidup Anda terasa lebih mudah, namun juga membuat Anda sering merasa tegang. Coba bersantai dengan menyusun daftar kegiatan yang Anda ingin lakukan, tapi jangan segera dikerjakan!
Tipe penggulung baju
Jika Anda… Menyimpan pakaian dengan cara menggulung tiap helai secara rapi.
Anda mengatur sebagian besar hidup Anda, tapi Anda bisa menerima sedikit jadwal yang terlewat. Anda merasa sulit bekerja cepat saat tidak dikejar deadline. Coba pikirkan kegiatan yang Anda lupakan, seperti buku resep yang sedang Anda buat sambil bersantai seperti nonton TV atau makan es krim.
Tipe kumpulkan dan lempar
Jika Anda...sama sekali tidak melipat baju usai dicuci.
Anda masih punya koper dari perjalanan bulan lalu yang belum dibenahi. Lemari pakaian Anda adalah jemuran, karena semua baju Anda tergantung di situ. Coba ubah kebiasaan ini dengan merapikan tas yang berserakan di kamar. Anda mungkin akan merasa lebih segar jika bisa melihat lantai kamar lagi.
(mg)
Senin, 05 April 2010
Langganan:
Postingan (Atom)